Melihat Lautan di Matamu

Laut itu luas

seperti pikiranmu

Laut itu indah

Seperti iris matamu

Biarkan aku menyelam ke lautanmu

Menikmati indahnya kedua bolamatamu

Kata itu sederhana seperti pikiranku

yang mudah takjub melihat matamu

Advertisements

Gak dapat izin…

Sudah lama saya tidak menulis, bukan karena bahan tulis yang sedikit tapi rasanya saya agak malas untuk menulis, banyak hal baru yang terjadi dalam tempo yang singkat seperti banyak barang kopi baru di rumah, lalu saya juga baru saja masuk kuliah di sebuah universitas swasta(tapi saya masih ospek), tapi baru saja tadi pagi saya merasa sangat hampa dan seperti sesuatu baru saja ditarik dari diri saya, kopi pagi saya pun rasanya biasa saja , begitu pula juga dengan kopi sore saya.

mungkin ini karena penolakan dari orangtua saya, saya ingin naik gunung tapi orangtua saya tidak mengizinkan saya untuk mendaki gunung, rasanya sedih sekali… sayapun sempat terfikir untuk mendaki tanpa minta izin tapi biasanya doa orangtua itu sangatlah manjur sayapun tidak berani. Sebenarnya sayapun tidak tahu kapan akan naik gunung, tapi saya ingin mengikuti MAPALA di universitas tersebut (kalau ada) atau mendaki bersama teman teman saya.

saya harap suatu hari nanti mereka berubah pikiran dan saya dibolehkan …

The best cup you’ve ever had, every time you have it

Mungkin jika anda seorang penggila kopi, anda akan tau bahwa judul yang saya gunakan saya ambil dari slogan sebuah merk coffee maker. Ya, Chemex!

Chemex diciptakan oleh Dr. Peter Schlumbohm PhD. pada tahun 1941, merupakan alat pourover yang meggunakan filter chemex dan juga gelas tak berpori dengan desain yang berbentuk jam pasir lalu ditengahnya ada kayu sebagai gagang dan diikat dengan tali kulit, Chemex memberikan kita sensasi yang berbeda karena dikatan bahwa chemex tidak memberikan rasa atau notes notes tertentu dalam kopi yang kita minum, sehingga kita akan mencicipi rasa murni dari kopi itu.

Saya memang sangat tertarik dengan Chemex karna desainnya yang sangat elegan dan unik sehingga tak heran juga jika Chemex telah menjadi koleksi permanen di beberapa museum kesenian.

chemex

Minggu lalu saya baru saja membeli Chemex dan saya mengundang teman saya untuk membandingkannya dengan Hario V60 dan juga Syphon, sayangnya Syphon kami gagal karena perbandingan yang tidak sesuai, akhirnya kami membandingkan Chemex dan V60, kami juga tetap mencicipi syphon dan agak kecewa.

Rasa yang diberikan oleh Chemex lebih kompleks dibanding dengan V60, dengan body yang tidak terlalu berat tetapi tetap kaya, tingkat keasaman juga tidak jauh berbeda, saya dan teman saya setuju kalau Chemex memiliki rasa yang lebih nikmat, ia terbuka tetapi perlu kita telusuri, kata teman saya rasanya “malu malu kucing”

Anda harus mencoba Chemex, mungkin beberapa cafe sudah ada yang menyediakan Pour over dengan chemex, jika anda ingin membelinya, siap siap kaget mendengar harganya karena memang cukup mahal dan saya ragu jika ada merek lain selain Chemex yang memproduksinya.Untuk saya chemex adalah teknik pour over yang paling saya suka, mungkin akan ganti yang lain karena saya belum coba Kalita.

Ruang Dan Waktu adalah Pencuri

Setiap tetes detik adalah rindu
mengalir dalam ruang hampa
tandus dan tak berdaya
tak sanggup memeluk cahaya

Ingin kudekap segala partikel dirimu
lengkap dengan gelombang frekuensi
yang dapat kumengerti
ruang ini telah dibajak oleh hampa
langkahku dihalangi oleh waktu

Bilakah aku akhirnya menemukanmu
izinkan aku menggenggam jemari kecilmu
dan maafkan aku jika tanganmu terluka
oleh genggamanku yang erat
karena aku hanya tak mau
kau dirampas oleh ruang dan waktu lagi

Mimpi Seorang Demonstran (Soe Hok Gie)

Saya sebenarnya ingin menuliskan mengenai pemikiran saya mengenai “pertemanan” tapi saya sedang agak malas untuk banyak menulis. Tadi pagi saya baca bagian dari catatan Soe Hok Gie (aktivis UI angkatan 66) dan saya sangat menyukai visinya tentang masyarakat dan yang sekarang ini masih jauh dari apa yang ia harapkan.

Ini bisa jadi sebuah perenungan dan menjadi sebuah visi juga untuk kita!

Saya mimpi tentang sebuah dunia,
Dimana ulama – buruh dan pemuda,
Bangkit dan berkata – Stop semua kemunafikan,
Stop semua pembunuhan atas nama apa pun.


Dan para politisi di PBB,
Sibuk mengatur pengangkutan gandum, susu dan beras,
Buat anak-anak yang lapar di tiga benua,
Dan lupa akan diplomasi


Tak ada lagi rasa benci pada siapa pun,
Agama apa pun, rasa apa, dan bangsa apa pun,
Dan melupakan perang dan kebencian
Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.


Tuhan – Saya mimpi tentang dunia tadi
Yang tak pernah akan datang.


-Soe Hok Gie , Selasa 29 Oktober 1968

Walaupun dunia pada akhirnya tidak akan berfikir seperti itu, hendaklah kita yang memulai berfikir seperti itu.

V60 Pour over

Kemarin saya baru saja membeli mainan baru, yaitu V60, V60 adalah metode dan alat untuk membuat kopi secara manual (Pour over) penampilannya seperti ini.

pour over

Metode manual sebenarnya sangat saya minati karena dengan metode manual, segala aspek sangat menentukan rasa dari kopi tersebut, mulai dari waktu, gilingan kopinya, jenis kopinya, presisi, skill dari baristanya semua sangat menentukan rasa yang nanti akan keluar.

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan dengan alat V60 ini,dan ada beberapa step step yang harus kita lakukan sebelum kita bisa mencicipi kopi yang akan kita buat.

1. Persiapan!

Persiapkan segalanya! jangan ada yang tertinggal. pertama persiapkan kopi dan airnya, ada yang menyarankan perbandingan kopi dan air 20gr :170ml, ada juga yang menyarankan 24gr : 320ml, sebenarnya semua itu tergantung selera si penikmat kopi sendiri dan ini bisa menjadi sarana kita bereksperimen. Lalu tentukan tingkat kehalusan penggilingan, semakin halus berarti semakin lama waktu untuk air mengalir, kemudian kita panaskan air sampai mendidih lalu diamkan selama sekitar 1 menit agar mencapai suhu yang pas sekitar 95’C. Jangan lupa siapkan juga V60, kertas filter dan gelasnya. kemudian sedikit basahi kertas filter terlebih dahulu agar rasa kertasnya tidak ikut tercampur dengan kopi. *Penggunaan kettle leher angsa cukup disarankan dalam melakukan metode ini.

2. Blooming
setelah persiapan beres, dan kopi sudah pada tempatnya, waktunya kita untuk menyiram sedikit air di kopi lalu diamkan selama 30 detik, agar kopinya Bloom, nikmati proses ini! karena wangi kopi akan sangat tercium. Usahakan agar air tidak ada yang terjatuh(jangan kebanyakan air).

3. Pour it Over
lalu siram kopinya secara memutar di kopinya, hindari menyiram paper filternya, karena nanti tidak kena kopinya, lalu saat menyiram jangan terburu buru biarkan airnya mengalir perlahan. Ada banyak teknik yang bisa kita gunakan saat menyiram salah satunya 20/40 , 20 detik menyiram lalu 40 detik menunggu airnya jatuh lalu lakukan lagi sesuai dengan jumlah air yang kita inginkan.

4. Enjoy!
Nikmati kopi anda, atau hidangkan buat orang yang anda cintai, berfilosofilah selama  itu belum dilarang! berfikir, membaca buku, bekerja, ngerjain PR atau project! Coffee is Human bestfriend.

Estimasi waktu sekitar 2-4 menit

P.s.

Yang terpenting adalah bereksperimen dengan segala aspek.

hario-coffee-pour-over-infographic-199x300

Jangan pernah berhenti mencoba, sampai kau dapatkan yang terbaik.

-Filosofi V60-

Dont stop trying, till you get the best.

-V60’s Philosophy-

 Happy Coffee Wednesday.

Media dan Manusia

Kemarin saya  sangat dikejutkan oleh tingkah laku dan perkataan adik sepupu saya, meskipun mereka masih berumur 3 tahun, tetapi perkataan dan tindakan mereka membuat saya sangat kewalahan dan seolah mereka mengerti apa yang mereka katakan. Pada waktu saya meminta agar mereka turun dari kursi (mereka berdiri di atas kursi dan mengetuk ngetuk kaca akuarium sesekali melompat lompat), tiba tiba saja salah satu sepupu saya berkata “Pake otak dong”, sayapun terdiam dan mencoba memaknai maksud dari perkataannya, saya pun dengan sedikit geram menegur mereka dan akhirnya salah  satu dari mereka sedikit terjatuh dan itu jadi kesempatan untuk saya menegur mereka.

Tadi siang baru saya ketahui ternyata mereka senang menonton salah satu acara sinetron di televisi Indonesia (lagi lagi televise Indonesia, mengapa selalu membuat masalah?), disana banyak sekali dilontarkan lelucon lelucon yang saya anggap murahan dan sama sekali tidak mendidik, dan ya akhirnya adik sepupu saya pun kena dampaknya secara tidak langsung. Menurut saya mereka para artis-artis di layar kaca rumah kita merupakan suatu panutan kita, jika kita melihat dia terus menerus, suka atau tidak suka, buruk ataupun baik, lama kelamaan kita  akan menjadi serupa dengan mereka.

Permasalahannya di Indonesia ini masih sangat kekurangan panutan panutan yang membawa dampak positif, mereka yang disanjung malah orang orang bermulut kotor,  mereka yang bodoh dan nyerocos tanpa dipikirkan, komedi-komedi slapstick, mereka yang gila harta, wanita, popularitas, tahta da nada juga mereka yang bencong bahkan sengaja membencongkan diri karena para penonton malah menyukai ke”belok”annya itu. Aneh, sangat aneh. Orang-oranglah yang akhirnya jadi bahan santapan pikiran bagi mereka yang biasanya menonton saluran televisi Indonesia (saya perhatikan banyak orang yang memiliki parabola tidak menyukai tayangan televisi Indonesia) , inilah yang akhirnya menjadi jurang pemisah antara mereka yang well(brain)feed dengan yang pikirannya kurang gizi.

Di blog saya minggu lalu saya pernah mengatakan ada 4 pemikiran besar plato, permasalahan ini juga menjadi salah satu dari 4 hal itu yaitu yang ke empat “reform society”, Plato mencoba untuk mengganti idola idola yang negatif dengan orang orang pintar yang berpendidikan, Spartans adalah bangsa yang kecil tetapi mereka adalah orang orang yang wellfeed sehingga mereka menjadi lebih tangguh secara pikiran dan mental.

Kalau kita mau jadi bangsa yang kuat dan disegani, saya rasa semua dimulai dari media.saya masih ingat dulu waktu saya masih kecil, saya sering melihat gameshow yang membutuhkan kecerdasan dan itu memacu diri saya yang kecil untuk ingin menjadi orang yang pintar. Medialah yang memberi kita makan, jika kita diberi makanan yang konyol kita akan menjadi konyol, sebaliknya jika kita diberi makan kecerdasan, kita akan menjadi cerdas.

Dear pihak televisi

STOP MEMIKIRKAN KEUNTUNGAN UNTUK DIRI SENDIRI,
WAKTUNYA MERUBAH POLA PIKIR DARI APA YANG ORANG LAIN DAPAT BERIKAN UNTUK KITA
MENJADI
APA YANG KITA DAPAT BUAT UNTUK  ORANG LAIN.

With love
Seorang manusia yang ingin berubah